Yayo

Menyedihkan (memalukan)

Ditulis dalam Serious Thought oleh irawansuryakusuma pada Oktober 12, 2009

Ternyata masih ada teman-teman sebaya saya yang masih tidak malu meminta uang orang tuanya untuk hiburan dengan nilai hingga jutaan. Sumpah, saya tidak akan melakukan itu! Saya bersyukur masih memiliki kehidupan di kampus yang mengajarkan saya akan kesederhanaan. Bahkan banyak diantaranya bertekad untuk mandiri sedini mungkin. Beberapa darinya memang karena kondisi perekonomian keluarganya, namun beberapa diantaranya berkecukupan bahkan lebih. Mereka memahami seorang yang telah memasuki umur dewasa seharusnya mulai menyetop aliran uang dari orangtua. Bukan berarti menolak sama sekali pemberian orangtua, tapi sebisa mungkin meminimalkan dan tidak meminta lebih, kecuali penting, seperti untuk pendidikan. Grow up guys!

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 30, 2009

perasaan yang paling tidak menyenangkan adalah ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan hanya untuk berbicara, berada pada kondisi dimana tidak tahu apa yang harus kita lakukan.

Espresso dan Variannya

Ditulis dalam Kopi oleh irawansuryakusuma pada September 14, 2009

Seluruh minuman kopi yang dapat Anda beli di Starbucks Coffee, J-CO, Coffee Bean & Tea Leaf, dsb. pada dasarnya adalah espresso. Menurut Bang Wiki espresso is a concentrated coffee beverage brewed by forcing hot water under pressure through finely ground coffee. Berikut adalah ilustrasi yang dapat menjelaskan berbagai varian minuman kopi dengan mudah.


Espresso
[ess-press-oh]


Espresso Macchiato
[ess-press-oh mock-e-ah-toe]


Espresso con Panna
[ess-press-oh kon pawn-nah]


Caffé Latte
[caf-ay lah-tey]


Flat White


Caffé Breve
[caf-ay brev-ay]


Cappuccino
[kapp-oo-chee-noh]


Caffé Mocha
[caf-ay moh-kuh]


Americano
[uh-mer-i-kan-oh]

sumber : kaskus gan…

Dahlan Iskan: Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Ditulis dalam Sehat oleh irawansuryakusuma pada September 13, 2009

nete sapiDokterSehat-Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

susu
Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
usus
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang.. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.
Indonesia Sumatran Tiger
Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal.. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk” . Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

10_tip1Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu.. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak.. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah….. gan pei!

HappyCow
Sumber Jawapost.co.id

Kopi Mencegah Alzeimer (kaskus lagi gan)

Ditulis dalam Kopi oleh irawansuryakusuma pada September 13, 2009

Dua penelitian lagi membuktikan konsumsi kopi bisa membantu mencegah penyakit Alzeimer. Para peneliti dari Florida menemukan dosis harian kopi sebanyak 500 miligram kafein atau sama dengan 5 cangkir ukuran 236,5 mililiter kopi bisa memperbaiki kondisi tikus biakan pengidap semacam gejala Alzeimer.

Setelah dua bulan penelitian, terbukti tikus-tikus itu memiliki kondisi otak yang sama dengan tikus seumur yang normal. Penelitian ini akan dipublikasikan di edisi online Journal of Alzheimer’s Disease bulan Juli. Penelitian ini juga menemukan bahwa kafein mengurangi sampai separuh dari kelebihan kadar beta amyloid di otak dan darah. Beta amyloid adalah protein yang berhubungan dengan sejenis plak yang ditemukan pada tubuh manusia pengidap Alzeimer.

“Penelitian ini memberikan bukti bahwa kafein bisa menjadi terapi untuk penanganan Alzeimer, bukan sekadar strategi perlindungan sederhana,” kata Gary Arendash peneliti utama dan ahli saraf dari University of South Florida. “ Ini penting karena kafein obat yang aman untuk sebagian besar orang, dengan mudah masuk ke otak, dan tampaknya secara langsung mempengaruhi penyakit.”

Penelitian lain beberapa waktu lalu di Florida Alzheimer’s Disease Research Center di Tampa, ditemukan kafein di usia awal dewasa bisa mencegah masalah memori pada tikus percobaan. Sangat mungkin terjadi karena kafein bisa meredakan radang otak yang disebabkan oleh peningkatan kadar beta amyloid.

Tak diketahui apakan dosis kafein dalam sehari yang lebih kecil bisa menghasilkan efek menguntungkan pada tikus-tikus Alzeimer. Tapi dalam beberapa penelitian lain, para peneliti tak menemukan kafein bisa memperbaiki kualitas memori pada tikus normal seperti pada tikus Alzeimer.

Di pusat penelitian tersebut juga ditemukan kafein mengurangi kadar beta amyloid pada orang tua tanpa demensia, secepat yang bisa terjadi pada tikus-tikus biakan dengan gejala Alzeimer. “Penelitian akan apakah kafein juga bisa menolong orang dengan masalah kognitif ringan atau penyakit Alzeimer awal tampaknya akan segera menyusul,” kata Huntington Potter, peneliti sekaligus direktur Florida Alzheimer’s Disease Research Center.

Namun meski menkonsumsi 500 miligram kafein sehari tak akan berbahaya untuk sebagian besar orang, Arendash mengingatkan pengidap tekanan darah tinggi atau wanita hamil harus membatasi kafein. ( HEALTHDAY NEWS )

Mhm..semoga bermanfaat..

Printer Tinta Ampas Kopi (dari kaskus gan)

Ditulis dalam Kopi oleh irawansuryakusuma pada September 13, 2009

New York – Teknologi yang ramah lingkungan terus digeber untuk mencegah kerusakan bumi. Seperti halnya printer ‘hijau’ ini yang tidak lagi memerlukan listrik dan cukup memakai ampas bubuk kopi sebagai tinta.

Konsep printer yang dinamakan RITI itu jadi salah satu unggulan dalam sebuah kompetisi tingkat dunia bernama Greener Gadget Competition. Sebab cukup dengan ampas kopi, pengguna diklaim bisa langsung mencetak dokumennya.

Dikutip detikINET dari Gizmag, Selasa (3/2/2009), penggunaan printer RITI tersebut cukup mudah. Awalnya, pemakai cukup memasukkan ampas kopi pada cartridge yang berada di atas printer.

Setelah kertas dimasukkan, pengguna cukup menggerakkan cartridge maju mundur untuk mencetak sehingga tak diperlukan energi listrik untuk mendayai piranti ini.

Dengan demikian pengguna printer tidak perlu lagi repot-repot membeli tinta konvensional. Hanya saja, konsep printer ramah lingkungan ini memang punya beberapa keterbatasan, misalnya tidak bisa mencetak konten berwarna. Tidak dijelaskan pula bagaimana ampas kopi bisa jadi substitusi tinta konvensional.

*****

Saya pribadi mending milih pake printer biasa deh kalo gitu. Kalo ngeprintnya 1 lembar sih gapapah, kalo 50 halaman aja.. gempor! Harusnya dibuat versi listriknya, karena saya yakin masyarakat pasti akan mikir 100x untuk beli printer ini. Diluar kelemahannya yang manual, dengan hadirnya printer ini, akan muncul bisnis baru. Jual ampas kopi! Para pengusaha kopi pasti senang nih…

Ada Apa Dengan Malaysia? (Yandes Effriady)

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 10, 2009

Yandes Effriady
Praktisi Hukum dan Politik, Ketua REPDEM Sumsel

Tulisan ini saya coppas karena saya suka dengan artikel ini. Saya pribadi menyesalkan adanya sweeping terhadap warga Malaysia di Jakarta, itu bukan nasionalisme. Dengan membaca artikel ini, kita juga akan mengetahui latar berlakang dari slogan “Ganyang Malaysia” oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Nasionalisme harus, tapi juga wajib dilandasi cara berpikir yang logis dan komprehensif, bukan atas dasar emosional belaka. Bukan berarti saya mendukung Malaysia, sama sekali tidak. Tapi seharusnya sebagai bangsa yang besar dan demokratis, reaksi kita terhadap provokasi Malaysia haruslah cerdas, jangan reaktif emosional. Saya mengutip pernyataan Fadjroel Rachman “Kalau Indonesia dikelola dengan betul, maka saingan kita cuma China, India, dan Brazil, bukan Malaysia. jadi, jangan terjebak,”
***
Sriwijaya Post – Kamis, 10 September 2009 08:19 WIB

EGERI tetangga yang satu ini betul-betul membuat kita geram. Dalam bulan ini saja paling tidak ada tiga berita yang membuat kita marah besar, penyerobotan tari Pendet, video kekerasan polisi diraja Malaysia, serta pemelesatan lagu Indonesia Raya. Padahal belum lepas kedongkolan kita terhadap provokasi mereka di Blok Ambalat, kasus-kasus tenaga kerja, termasuk melodrama Manohara semua bercampur aduk tumplek dalam kegeraman kepada negeri jiran ini.

Perang di dunia maya sudah dimulai, ratusan situs Malaysia diserang oleh orang-orang yang mengaku para hacker Indonesia, bahkan sebelumnya sudah dimulai dengan saling kecam antar penjelajah dunia maya kedua Negara ini. Para “netters” yang kebanyakan anak muda ini, seolah-olah siap mati berperang demi membela negaranya. Suatu sikap patriotik yang patut diacungi jempol ditengah krisis politik dan ekonomi yang terus mendera bangsa ini. Betulkah kita akan berperang dengan Malaysia? Tunggu dulu! Semangat boleh tinggi, nasionalisme boleh menyala-nyala namun sebaiknya kita melakukan “zoom out” terhadap persoalan ini supaya tidak terjebak dalam “setting” pihak lain.

Sebenarnya ada apa dengan Malaysia? Mengapa mereka begitu ngotot memprovokasi kita, siapa-siapa yang bermain diantara kedua negara ini. Coba kita perlebar pandangan agar terbebas dari emosi semu dimulai dengan pertanyaan siapa Malaysia itu?

Meski saat ini Malaysia mengalami kemajuan dalam bidang ekonomi namun sebetulnya miskin dalam budaya. Budaya yang berkembang secara dominan berasal dari 3 suku besar yaitu Melayu, China dan India. Disamping kebudayaan Kadazan-Dusun, Dayak dan lain-lain. Malaysia adalah negeri yang serumpun dengan Indonesia, bahkan Kesultanan Melaka yang didirikan pada permulaan abad ke-15 didirikan oleh pangeran dari Palembang, yang bernama Parameswara. Malaysia merdeka dari Inggris tahun 1957 dengan nama Federasi Malaysia. Penduduknya saat ini berkisar 27.000 orang, terdiri dari 3 suku dominan yaitu Melayu, China dan India. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam yaitu sebesar 60,4 %, selebihnya Budha, Kristen; Hindu dan agama tionghoa tradisional. Sisanya dianggap memeluk agama lain.

Di antara tahun 1980-an dan pertengahan 1990-an, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan di bawah kepemimpinan perdana menteri Mahathir Mohamad. Pada periode ini Malaysia mengalami lompatan dari ekonomi berbasis pertanian ke ekonomi berbasis manufaktur dan industri (terutama bidang komputer dan elektronika rumahan). Hubungan antara Indonesia dan Malaysia beberapa kali mengalami pasang surut. Pada tahun 1963, terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia kemudian berdamai pada tahun 1966. Hubungan antara Indonesia dan Malaysia juga memburuk lagi pada tahun 2002 ketika kepulauan Sipadan dan Ligitan diklaim oleh Malaysia sebagai wilayah mereka. Akhirnya berdasarkan keputusan Mahkamah Internasional di Den Haag, Sipadan dan Ligitan dinyatakan sebagai wilayah Malaysia.

Sejak tahun 2005 hingga saat ini terjadi sengketa mengenai batas wilayah dan kepemilikan Ambalat, beberapa kali kita melihat kapal-kapal perang Malaysia  memasuki wilayah perairan Indonesia dan kemudian keluar lagi berulang-ulang, seolah-olah mengejek TNI AL.

Perang
Perang dengan malaysia? Nanti dulu, bukannya takut atau tidak nasionalis namun sebaiknya kita perlu belajar dari sejarah. Indonesia dan Malaysia mempunyai irisan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagian warga Malaysia juga berasal dari Indonesia yang terbanyak antara lain dari suku melayu, minang maupun bugis. Bahkan pendiri kesultanan Melaka bernama Parameswara, adalah pengeran dari Sriwijaya/Palembang (seperti yang saya uraikan diatas). Sehingga wajar jika adat istiadat dan budaya kedua negara ini sangat mirip. Cuma sayangnya penduduk Indonesia secara ekonomi tidak seberuntung penduduk Malaysia, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perantauan Indonesia yang menjadi buruh dinegeri itu. Agama resmi negara ini adalah Islam sama dengan agama yang banyak dianut oleh penduduk Indonesia.

Kalau kita menoleh sejarah, menyimak konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia. Itu semua berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu. Rencana ini ditentang oleh Soekarno yang berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Puncak kemarahan Soekarno terjadi ketika demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek photo Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia saat itu dan memaksanya untuk menginjak Garuda. Amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak dan mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia.

Sewaktu PBB menerima Malaysia sebagai anggota Dewan Keamanan tidak tetap. Sukarno menyatakan Indonesia keluar dari PBB. Malaysia memang dibantu oleh pasukan Inggris dan Australia hal itu dikarenakan Malaysia adalah negara persemakmuran. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia dalam Operasi Claret. itu membuktikan bahwa agenda menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu adalah agenda negara-negara persemakmuran.

Namun ketika Sukarno sedang mengarahkan pandangannya ke luar negeri tiba-tiba dia “ditikam” dari belakang oleh tragedi G30S PKI yang mengakibatkan jatunya kekuasaan serta naiknya Suharto ke tampuk pemerintahan. Kejatuhan Sukarno ini menurut Peter Dale Scott adalah hasil rekayasa Ingris dan Amerika melalui agen-agen intelijennya (CIA). Tahun 1966 Suharto mengakhiri konfik dengan Malaysia, dan tahun 1967 Suharto membagi kekayaan Indonesia dengan beberapa korporat dari Amerika dan Inggris dalam suatu perjanjian yang difasilitasi The Time Life Corporation di Jenewa Swiss. Lalu jadilah Indonesia seperti saat ini, bertubuh tapi tak mandiri, berkuasa tapi tak berdaulat, berharta tapi melarat.

Patut Dicurigai
Beranjak dari pengalaman sejarah ini kita seyogyanya berhati-hati dalam menentukan sikap. Ditengah hiruk pikuknya konflik politik, isu-isu terorisme, perang antar aparat hukum, sampai kepada ancaman disintergrasi bangsa, kita wajib mencurigai tangan-tangan tersembunyi dibalik konflik ini.

Memang kedaulatan dan harga diri bangsa itu penting. Namun jangan sampai rasa nasionalisme yang kuat menjadikan kita terkecoh oleh tipu muslihat musuh yang tak terlihat. Cukup Irak dan Iran, dua Negara Muslim terkuat kala itu yang hancur diadu domba. Percayalah, akan ada perampok ketika terjadi kebakaran, akan ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari setiap konflik. Seperti kata strategi kuno yang mengatakan  “kepiting dan bangau berkelahi sampai lelah, lalu datang nelayan menangkap keduanya”.

Ikut Sedih

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 8, 2009

Pagi ini saya membuka plurk dan membaca tulisan Astri, jadi ikut sedih. Teman2 sejurusan saya akan diwisuda sebentar lagi, semuanya akan memasuki babak baru. Babak baru, artinya tiap-tiap dari kami akan memasuki lingkungan hidup yang baru. Kebersamaan selama kuliah sebentar lagi akan berakhir. Oleh karena itu, sat ini momen-momen bersama di kampus serasa sangat berharga.

Lab Material  2009

Ini foto seangkatan terakhir, sayang tidak semua MT 2005 ada di foto ini.

Hmm, hidup memang dinamis. Tidak lebih dari setahun lagi, kita sudah akan sulit untuk berkumpul satu angkatan. Cukup menyedihkan juga ya.

Doa Ibu

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 7, 2009

Ada kata-kata Ust. Jefrey dalam sebuah acara talk show di tv swasta yang selalu saya ingat, yang kira-kira seperti ini, “jangan-jangan kesuksesan yang kita raih saat ini bukan karena kita, tapi karena doa ibu kita”. Hal ini cukup membekas, karena sering saya rasakan, terutama dalam berbisnis, dalam tiap permasalahan yang dihadapi, selalu saja ada jalan yang tidak disangka-sangka muncul dan menjadi solusi ajaib. Seperti ada faktor X. Mungkin itu akibat ibu kita yang tidak letih2nya mendoakan akan kesuksesan kita.

Uang Mengubah Orang

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 3, 2009

Dalam berbisnis, teman saya yang lebih tua 7 tahun dari saya, selalu mengingatkan saya akan satu hal. Berhati-hatilah dengan rekan kita, kawan, sahabat, bahkan keluarga, disaat bisnis yang kita rintis menuaikan hasil dan berkembang menjadi bisnis yang besar. Berhati-hatilah dengan orang yang membantu saat kita susah. Karena bisa jadi saat kita sukses, orang tersebut akan kembali datang ke kita dan merasa dirinya berjasa besar, dan melakukan hal yang tidak kita inginkan. Teman saya ini selalu mengingatkan untuk menjaga relasi baik dengan semua orang, namun jangan terlalu dekat. Selain itu pula, uang memang dapat mengubah karakter orang. Dahulu baik, dan membantu kita atas rasa pertemanan, di masa depan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kata teman saya itu, ketika saya lulus kuliah dan menghadapi kehidupan yang sebenarnya, dimana tuntutan hidup, keluar, dan masa depan mulai menjadi tekanan hidup sehari-hari saya akan memahami maksudnya. Nasehat teman saya ini juga serupa dengan nasehat teman saya dari malaysia, dimana bisnisnya hancur karena sahabatnya sendiri yang berubah menjadi tamak.

Hmm… Mengenai bahaya keluarga, ibu saya pernah memberi nasehat. Saat berkeluarga nanti, tantangan terberat adalah tuntutan istri akan harta. Istri dapat menjadi kompor yang membuat seorang suami mencari nafkah dengan cara yang haram. Oleh karena itu, pilihlah istri yang baik (soleh). Kalau kata teman kuliah saya, menikahlah di saat kamu sedang susah.

Cerita Dari Negeri Tetangga

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 2, 2009

Kemaren saya berkenalan dengan seorang wanita muda, seorang pengusaha butik, dari negeri tetangga. Terlepas ketegangan yang terjadi antar dua negara ini, kami saling berbincang santai, dan diapun banyak berbagi cerita tentang pengalaman dia berbisnis. Sempat di tengah perbincangan, teman saya menyindir perilaku maling negaranya. Hingga obrolan sempat melenceng ke manohara, hahaha.

Ia memulai berjualan dengan modal 17 baju. Ia tidak punya tempat untuk berjualan, maka dipilihlah myspace.com sebagai media untuk berjualan. Saat ia memulai, myspace di malaysia sendiri belum begitu terkenal. Tapi kini myspace di malaysia -katanya- seperti facebook di Indonesia. Sayapun sedikit bercerita, kalau di Indonesia, situs paling ramai untuk berjualan adalah kaskus. Kini ia punya store sendiri di Malaysia dan di Bandung .

Ia tidak suka dengan teman-temannya yang memandang bahwa bisnis itu mudah. Apalagi ada yang ikut nimbrung di bisnisnya. Dari luar mungkin apa yang dilakukannya tampak keren dan banyak uang. Tapi mereka tidak tahu seperti apa perjuangan dibalik itu. Memiliki sebuah toko butik bukan berarti ia memiliki banyak uang (setuju! apalagi buka tokonya bukan pake duit sendiri :D ). Iapun memiliki pengalaman, ketika sebuah usaha bersama dengan temannya berbuah, uang mengubah segalanya. Uang mengubah sahabatnya sendiri, menjadi seorang yang tamak. Dari pengalamannya itu, akhirnya ia hingga kini selalu berbisnis sendiri.

Cukup menyenangkan dapat mendengarkan cerita-cerita dari seorang wanita muda dari negara yang berbeda, pernah ditipu beberapa kali, dan memiliki bisnis di dua negara. Hmm… benar, bisnis memang tidak ada yang pernah mudah.

Berduka Cita

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 2, 2009

Saya turut berduka cita kepada para korban gempa yang melanda pulau Jawa, berpusat di barat daya Tasikmalaya. Semoga ALLAH memberi ketabahan kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga peristiwa ini dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita.

Posisi Tengah

Ditulis dalam 1 oleh irawansuryakusuma pada September 1, 2009

Perjuangan membangun bisnis memang tidak mudah. Saat ini saya harus melalui berbagai macam “petualangan” dengan berbagai “tantangan” dan “rintangan” yang rasa2nya tidak berhenti datang. Padahal bisnis belum saja dimulai. Ramadhan kali ini merupakan ujian besar bagi saya. Pada ramadhan yang lalu saya mempunyai waktu yang cukup untuk beribadah solat teraweh tiap malam di masjid dan melakukan berbagai ibadah lainnya, kini rasanya waktu saya termakan akan perjuangan duniawi ini.

Berbagai kendala itu selalu membutuhkan suatu solusi. Malam ini, saya dan 2 rekan bisnis saya berada pada pilihan. Dimana pilihan ini dapat berujung pada kebaikan, atau sebaliknya. 2 Rekan saya memiliki pandangan yang bertolak belakang, dan kalau sudah seperti ini, maka posisi saya menjadi di tengah. Pendapat saya menjadi keputusan bersama yang akan diambil, atau akan menghasilkan jalan tengah yang menjadi win-win solution. Malam ini merupakan malam yang memusingkan. Ya ALLAH, tunjukkanlah jalan yang terbaik. Hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui.

Dinamisasi Kehidupan

Ditulis dalam 1, Bebas oleh irawansuryakusuma pada September 1, 2009

Setelah sekian lama, akhirnya terdorong juga diri saya untuk kembali menulis. Akhir-akhir ini banyak sekali perubahan yang terjadi. Kehidupan kampus yang sangat berubah, dimana beberapa kawan saya sudah lulus dan menghadapi kehidupan yang sebenarnya, beberapa masih seperti saya. Banyak kawan saya yang menganggap bahwa saya tidak perlu memikirkan kelulusan, setidaknya karena saya sudah memiliki bisnis yang (memang) membuat nasib saya setelah lulus sangat jelas. Sedangkan beberapa kawan yang sudah lulus, hingga kini masih mencari dan menunggu.
Tentu saja bagi saya itu adalah pemikiran yang salah. Memang, dengan adanya kafe -yang saat ini dengan susah payah, saya dengan kedua rekan saya berusaha membangun dari nol- kehidupan saya setelah wisuda nanti jelas. Tapi bagi saya, kafe adalah tempat saya belajar. Kafe akan menjadi penopang hidup saya selagi saya ingin berkarya di bidang lain, yang mungkin.. akan jauh lebih berat, atau bisa jadi mudah namun akan menjadi bisnis yang akan saya bangun hingga akhir hayat nanti. Namun ada kekhawatiran bagi saya pribadi. Saya khawatir, saya akan “terjebak” di bisnis ini. Jauh di luar dugaan, tidak seperti yang saya bayangkan. Bisnis kafe bukan suatu hal yang mudah. Permasalahan yang kompleks dan resiko yang tinggi. Yah, kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan. Saya hanya bisa terus berharap dan optimis.

Sekapur Sirih

Ditulis dalam First Impression oleh irawansuryakusuma pada Maret 6, 2008

Hanya manusia biasa yang punya kesempatan untuk menikmati internet dan menggunakan karunia tersebut salah satunya dengan membuat blog pribadi ini. Salam